Minggu, 13 Desember 2015

RENUNGAN HIDUP

RENUNGAN HIDUP :
Dalam Masalah Kuteringat Kekasih Allah...
--------------
- Bila aku tak suka rasa makananku, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yang pernah mengikatkan batu pada perutnya untuk menahan lapar


- Bila aku merasa pakaianku hanya sedikit, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg hanya punya tiga helai baju seumur hidupnya

- Bila aku merasa tidak nyaman dengan tempat tidurku, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya

- Bila aku menjadi begitu kikir untuk memberi orang lain, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg pernah memberi segala yg ia miliki hingga tidak menyisakan sesuatu untuk diri sendiri

- Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia memacu semangatku

- Bila aku kecewa pada mereka yg banyak menyakitiku, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg sentiasa memaafkan semua orang yg telah menyakitinya

- Bila aku berfikir tentang mereka yg membenciku, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg sentiasa berdoa untuk orang2 yg telah menghina dan membencinya

- Bila orang lain tidak berterima kasih pada kebaikan yg telah aku lakukan pada mereka, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg mengingatkan aku bahwa pahala dan balasan yg besar hanya dari Allah

- Bila aku mengingat bahwa tidak ada yg menyayangiku, aku teringat pada beliau Muhammad ﷺ, yg mencintai dan menyayangiku sebagai umatnya

- Bila aku berfikir betapa sengsaranya hidupku, aku teringat pada Beliau Muhammad ﷺ, yg menempuh segala kepayahan hidup, demi nikmat Iman dan Islam bagi ummatnya.
.
Hal ini bagaikan tenaga positif yg menguatkanku untuk tidak putus asa melakukan kebaikan.
.
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"
(QS. Al-Ahzab : ayat 21)
.
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد

Sumber : anknown
Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9

--------------------------------------


Maksiat Kala Sepi ...

Ada seseorang yang ketika di hadapan orang banyak terlihat alim dan shalih. Namun kala sendirian, saat sepi, ia menjadi orang yang menerjang larangan Allah.

Inilah yang dapat dilihat dari para penggiat dunia maya. Ketika di keramaian atau dari komentar ia di dunia maya, ia bisa berlaku sebagai seorang alim dan shalih. Namun bukan berarti ketika dalam kesepian, ia seperti itu pula. Ketika sendirian browsing internet, ia sering bermaksiat. Pandangan dan pendengarannya tidak bisa ia jaga.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnu Majah membawakan hadits di atas dalam Bab “Mengingat Dosa”.

Jangan-jangan kita yang demikian. Ya Allah lindungilah dari berbagai dosa baik kala sepi maupun di keramaian.

Selengkapnya baca di sini:

https://rumaysho.com/11477-orang-yang-bermaksiat-kala-sepi.html


📚 Muhammad Abduh Tuasikal



Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9










--------------------------------------------








بسم الله الرحمن الرحيم

 NASEHAT UNTUKKU DAN UNTUKMU

🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜
Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia...barangkali itu menjadi penyebab AMPUNAN bagimu di akherat..

👣👣👣👣👣👣👣👣
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah ia, barangkali itu menjadi penyebab dipermudanya JALANmu menuju surga.

🐥🐥🐣🐥🐥
Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Alloh MENGUMPULKAN dirimu dan keluargamu di surga.

👨👨🚸👨👨
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia...barangkali itu mejadi sebab KELAPANGAN rezekimu di dunia.

📝📄📃📘📔
Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi AMAL JARIYAH untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

😥😰😫😭😭
jika engkau tidak bisa berbuat KEBAIKAN sama SEKALI, maka Tahanlah TANGAN dan LISANMU dari MENYAKITI... setidaknya itu menjadi SHODAQOH darimu.

Al-Imam Ibnul Mubarok Rohimahulloh berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Sangat banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan sangat banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang sholat malamnya, tapi karena akhlak baiknya dan sabarnya, ketika musibah datang melanda

Rosululloh SAW bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun kamu hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri (wajah tersenyum).” HR. Muslim..

Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9



--------------------------------------------



TERUNTUK PEMILIK HATI

Dear, Maha Pemilik hati.

Peluklah hati ini di saat ku mulai gelisah,
Dalam penantian penuh kesabaran ini,
Terkadang Hatiku merasa rindu akan seseorang yang masih jadi rahasia-Mu.

Ya Allah,
Biarlah rasa ini ku simpul dalam setiap doa-doa dalam istikharahku kepada-Mu,
Hingga kelak Engkau satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut dan bersemi indah karna ridho-Mu.

Ya Allah,
Tuntunlah hati ini agar ikhlas menerima cinta seorang insan yang benar-benar pilihan-MU,
bukan semata-mata pilihan nafsuku.

Ya Allah,

Bila dia memang baik untukku, agamaku, masa depan dunia dan akhiratku, bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada-Mu,
Maka dekatkanlah diriku dengannya & satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah.

Namun jika bukan dia yang terbaik,
Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta.

Engkaulah Yang Maha membolak-balikkan hati, Maka kutitipkan rasa ini, kuserahkan semuanya pada-Mu,
karena semua ini adalah milik-Mu.

Semoga janji-Mu dapat kurasakan itu.

#jodohduniaakhirat



Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9


------------------------------



Awali pagimu dengan senyum optimis , agar hidup menjadi manis. Supaya hidup lebih bahagia ajak orang-orang disekitar kita tersenyum bersama kita. Ayo senyum 😊 #BeraniBerhijrah


-----------------------------


Bertaubatlah yang Tulus

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8)

Dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa makna taubat yang tulus (taubatan nashuhah) sebagaimana kata para ulama adalah,

“Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/61].


Penuhilah Syarat Diterimanya Taubat

Berdasarkan penjelasan Ibnu Katsir di atas, syarat taubat yang mesti dipenuhi oleh seseorang yang ingin bertaubat dapat dirinci secara lebih lengkap sebagai berikut.

1.     Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.

2.     Menyesali dosa yang telah dilakukan dahulu sehingga ia pun tidak ingin mengulanginya kembali. Sebagaimana dikatakan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.” ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa taubat adalah dengan menyesal. 

3.     Tidak terus menerus dalam berbuat dosa saat ini. Maksudnya, apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu yang wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya atau meminta maaf.

4.     Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa akan datang karena jika seseorang masih bertekad untuk mengulanginya maka itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat. Hal ini sebagaimana tafsiran sebagian ulama yang menafsirkan taubat adalah bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

5.     Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima.

#tadabburdaily



Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9