Kamis, 17 Desember 2015

HIKMAH = Apa Ayat di AlQur'an

Mengingatkan itu wajib, menasihati itu perlu, tapi mencari-cari kesalahan, berprasangka dan mengurus isi hati oranglain itu beda lagi :)

Dimana letak perbedaan hal tersebut? Saat seorang ustadz berceramah, beliau berkata : “Wahai ibu bapak sekalian yg dirahmati oleh Allah, jika ibu bapak hendak bersedekah, sebisa mungkin disembunyikan dan jangan dipublikasi, khawatir pahalanya hilang sebab riya.” Inilah yg disebut dengan dakwah, menyampaikan kebaikan, mengingatkan & menasihati sesama muslim :)
.

Namun, berbeda kasusnya dengan saat si Fulanah membicarakan amal baik yang telah diperbuat, lalu kita menuduh dia telah berbuat riya, dan kita berkata “wahai Fulanah, sedekahmu itu tak berpahala karena engkau telah berbuat riya.” Inilah yg disebut dengan, mencari-cari kesalahan oranglain dan berprasangka(Ghibah), bahkan fitnah. Karena belum tentu sang Fulanah bermaksud untuk riya.

Keduanya terlihat sama, namun ternyata berbeda :)

Saat kita menyampaikan sesuatu yang salah kepada ummat dan tidak bermaksud untuk menyindir seseorang, maka saat itu pula kita sedang berdakwah. Namun saat kita menyampaikan sesuatu kepada seseorang dengan menebak-nebak isi hati dan niatan seseorang tersebut (berprasangka), maka ini lah yg harus kita jauhi.

Karena apa? Karena sungguh kita hidup dalam kerugian. Pahala kita secara otomatis berpindah kepada orang yang kita ghibahi, pahala mereka bertambah, namun bagi kita dosa yang bertambah, hati kotor, pikiran tak jernih, sibuk memikirkan dan mencari-cari kesalahan orang lain namun kesalahan sendiri yang amat banyaknya tak terpikir. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang senantiasa menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu Berdakwah, bukan orang-orang yang rajin Ghibah 馃槉

Aamiin InsyaAllah ❤️

ODOJLiners..


Republished by 馃寪 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9


--------------------------------------


Sejenak Pagi:
Jangan Remehkan Amalan Kecil.

Sebagai seorang mukmin janganlah kita meremehkan amal shaleh biarpun nilainya kecil, karena bisa jadi amal shaleh yg kita anggap kecil dimata kita bisa menjadi amal shaleh yg besar dihadapan Alloh 锖筹簰锖わ簬锘э华 锘簵锘岋簬锘燂话.
Dalam sebuah hadits Rasululloh Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian sekali-kali meremehkan kebajikan sedikitpun, walau hanya sekedar bertemu dengan saudaranya dengan wajah berseri.”
[HR. Muslim no: 2626]

Karena bisa jadi amal yg ringan ini diterima oleh Alloh 锖筹簰锖わ簬锘э华 锘簵锘岋簬锘燂话 , lalu sebagai penyebab dirinya masuk ke dalam surga.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasululloh Shalallahu 'alaihi wasallam pernah menuturkan sebuah kisah:
“Pernah ada seekor anjing yg sedang mengelilingi sebuah sumur, hampir- hampir dirinya mati karena kehausan. Pada waktu itu ada wanita pelacur dikalangan Bani Israil melihatnya, maka dia turun mengambil air dengan sepatunya, kemudian diberikan pada anjing tersebut, (dengan) sebab itu dirinya diampuni. ”
[HR. Bukhari no: 3467. Muslim no: 2245]

Dalam sebuah kisah yg lain dimana Rasululloh Shalallahu 'alaihi wasallam menceritakan dalam sebuah sabdanya:
“Sungguh aku pernah menyaksikan ada seseorang yang keadaannya tak menentu disurga gara-gara satu batang pohon yang dulu dia tebang lalu (ia biarkan) menganggu orang lain.”
[HR. Muslim no: 1914]

Al-Hafidh Ibnu Hajar memberi petuah:
“Seharusnya bagi seseorang jangan meremehkan perkara kebajikkan yg mendatanginya walaupun kecil, begitu pula untuk menjauhi perbuatan jelek biarpun ringan. Karena dirinya tidak mengetahui kebaikkan yg mana akan mendapat rahmat Alloh 锖筹簰锖わ簬锘э华 锘簵锘岋簬锘燂话 , demikian juga dirinya tidak tahu amal kejelekkan mana yang mendatangkan murka-Nya.” [Fathul Bari 11/321]

Bisa jadi sebuah amalan tidak diterima, biarpun dimata pelakunya sangat besar nilainya, bisa karena faktor ujub, atau pamer, bangga atas dirinya, atau menyebut-nyebut amalan tersebut dimata umum, sehingga faktor-faktor itu menjadi sebab amalannya tertolak.
Sebagaimana Alloh 锖筹簰锖わ簬锘э华 锘簵锘岋簬锘燂话 telah sebutkan dalam firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima).” [Qs. al-Baqarah: 264]

Dan penghalang terbesar tidak diterimanya amal ialah perbuatan syirik. Berdasarkan firman Alloh azza wa jalla:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, Maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu.” [Qs. al-Imran: 91]

Sehingga siapapun orangnya yang menyembah Alloh 锖筹簰锖わ簬锘э华 锘簵锘岋簬锘燂话 bukan dengan cara agama Islam maka tidak akan mungkin amalannya bisa diterima walaupun jumlah banyak.

Seperti yang Alloh 锖筹簰锖わ簬锘э华 锘簵锘岋簬锘燂话 tegaskan dalam firman-Nya:
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang- orang yang rugi.” [Qs. al-Imran: 85]

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimah dari kami (amalan kami), aamiin

Semoga Bermanfaat.
馃槉❤️馃憤

Ustadz Kaspin Nur
(Muwajjih kajian online Hamba Allah)

Republished by 馃寪 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9


---------------------------


HIKMAH

Sesungguhnya manusia itu lemah dan hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.

wala tahinu wala tahzanu wa antumul a'launa in kuntum mu'minin

Artinya:

Janganlah kamu bersikapa lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih
hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi (derajatnya) jika kamu
beriman.

(QS 3 Ali 'Imron ayat 139)

-----
Republished by 馃寪 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9


------------------------------------


YA ALLAH....

Ketika ku katakan: Hamba di sakiti.
Engkau menjawab:.."Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat" ..
(QS. 39:53)

Ketika ku katakan: Tak ada yg mengerti kegalauan hati hamba.
Engkau menjawab:.."Ingatlah, hanya dg mengingati Allah-lah hati menjadi tentram"...
(QS. 13:28)

Ketika ku katakan: Begitu banyak orang yang menyakiti hamba.
Engkau menjawab:.."Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka"..
(QS. 3:159)

Ketika ku katakan: Hamba sangat kesepian.
Engkau menjawab:.."Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya"..
(QS. 50:16)

Ketika ku katakan: Dosa hamba melimpah.
Engkau menjawab:.."Dan siapa lagi yg dapat mengampuni dosa selain daripada Allah"..
(QS. 3:135)

Ketika ku katakan: Jangan tinggalkan hamba.
Engkau menjawab:".. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu"..
(QS. 2:152)

Ketika ku katakan: Masalah hamba sangat banyak.
Engkau menjawab:"..Barang siapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar"..
(QS. 65:2)

Ketika ku katakan: Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata.
Engkau menjawab:"..Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu"..
(QS. 40:60)

YAA ALLAH....

Bagaimana mungkin hamba-mu yang hina ini...
Tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga.


Mudah-mudahan bermanfaat ...

#teladanrasulullah



Republished by 馃寪 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9