GORESAN DALAM SEPI
Bila
kita membaca perjalanan hidup Rasulullah shallallahu -alaihi wasallam-,
kita akan temukan bahwa sosok yang pernah merindukan dirimu dan diriku
itu banyak mengalami fase sepi dalam hidupnya.
Sejak
dalam kandungan ia telah ditinggal mati sang ayah, di usia yang belum
cukup 5 tahun ibunya pun pergi, selanjutnya diikuti sang kakek, paman
beliau Abu Tholib dan Khadijah, istri yang paling dicintainya. Ia pun
pernah mengalami fase dimana kaumnya berpaling darinya, terusir dari
negeri sendiri dan terluka oleh lemparan batu penduduk thoif.
Benar-benar perjuangan yang berat.
Pada
hakikatnya kesepian dan kesendirian bukan duka atau kesusahan, Sejarah
banyak mencatat kesendirian orang-orang besar. Seperti kesendirian Hajar
ibunda Ismail ‘alaihissalam ditengah lembah bakkah, kesendirian Yusuf
‘alaihissalam saat dilempar ke dalam sumur, kesendirian Maryam saat
mengandung bayi Isa ‘alaihissalam, kesendirian Imam Ahmad di hari-hari
fitnah. Juga kesendirian Ibnul Jauzy di dalam penjara dan masih banyak
lagi.
Namun lihatlah buah dari kesendirian itu...
Dari Hajar Allah menciptakan bangsa yang besar.
Dari gelapnya sumur, Nabi Yusuf di angkat menjadi mentri urusan pangan di Mesir.
Kepada bunda Maryam Allah menganugrahinya kedudukan yang tinggi di surga.
Setelah fitnah reda, ketokohan Imam Ahmad, -rahimahullah- semakin kokoh. Ia menjadi imam ahli ilmu dizamannya.
Tak ketinggalan Imam Ibnul Jauzy, dalam kesepiannya ia berhasil menguasai qiroah sab’ah.
Kenyataan
ini seperti memberi makna lain pada kita, bahwa kesendirian atau
kesepian bukan duka yang harus ditangisi. Sebab ada saat dimana
kesendirian akan jauh lebih berarti dari kebersamaan.
Tak sedikit orang-orang besar yang berhasil mengukir prestasi ditengah kesunyian dan kesendirian.
Kok bisa..?
Bisa
saja, karena orang-orang besar meyakini bahwa tak ada sepi bagi mereka
yang terus mengingat Allah. Mereka juga menyadari bahwa dalam sepi, ada
Dzat yang takkan membiarkan mereka sendiri, Dia akan selalu mendengar
munajat mereka, Dia bahkan tak pernah tidur atau lengah sedikitpun dari
mengurusi hamba-hamba-Nya. Itulah mengapa kesendirian dan kesepian
mereka menjadi berarti, sehingga melahirkan kekuatan yang mampu mengurai
rantai prestasi.
Allahu akbar… Mungkin itulah makna kesendirian yang terkandung dalam pesan Ibnu Mas’ ud, radhiallahu anhu :
“Engkau adalah jamaah sekalipun engkau sendiri” atau dalam ungkapan Ibnu Taimiyah saat ia berada di balik jeruji penjara,
“Sesungguhnya aku menunggu saat-saat seperti ini, karena di dalamnya terdapat kebaikan besar.”
Pada
kesempatan yang lain beliau berkata: “Seorang hamba membutuhkan
kesendirian dalam ibadahnya, tafakurnya, dzikirnya & muhasabahnya”.
Untukmu yang masih sendiri, tak perlu bersedih…
Karena ada makna lain dari kesepian seorang mukmin.
Oleh Ust. Aan Chandra Thalib
๐ป berdakwahnet
Repost by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/BundaRusni
----
Allah telah menetapkan kebahagiaan untuk setiap hambaNya
“Jika sesuatu itu milik kita. Sesulit apapun jalannya. Apapun rintangannya. Pasti akan jadi milik kita kerana memang untuk kita.
Tapi,
jika sesuatu itu bukan milik kita. Walaupun mudah jalannya. Walaupun
bersusah payah kita ingin mendapatkannya. Tidak akan pernah jadi milik
kita.
Kerana memang bukan untuk kita.”
Moga moga renungan ini bermanfaat dan sekaligus pengingat buat kita semua ...
--------------------------
Dakwah Islam
Repost by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/BundaRusni
---
SEBUAH DOA
Ya Allah...
Di dalam list kontak yang ada di hp ini penuh dengan nama-nama ...
sebagian hamba mengenalnya dan sebagian lagi tidak, sebagian pernah bertegur sapa, sebagian lagi belum sempat.
Di
antara mereka ada yg punya hubungan kekerabatan, pertemanan, hubungan
kerja dan organisasi, tetangga atau sempat menjadi teman bicara dalam
perjalanan atau di suatu tempat persinggahan.
Ada yg menjadi guru dan ada yg jadi murid serta teman diskusi.
Allahumma...
Jika di antara mereka ada yg sakit, sembuhkanlah.
Jika ada yg terkena musibah, berikanlah afiyat.
Jika ada keperluan, tunaikan keperluannya.
Jika ada yg berduka, hiburlah. Jika ada yg memiliki hutang, bantulah ia segera tunaikan.
Jika ada yg ingin menikah, jodohkan dg orang baik.
Jika ada yg menanti keturunan, berilah yg terbaik.
Jika sedang dlm perjalanan, sampaikan dg keselamatan.
Jika ia sedang bahagia, karuniakan padanya syukur yg tiada putus kepada-Mu.
Jika ada yg terzhalimi atau dinistakan, angkatlah derajatnya, selamatkan dari bahaya dan kezhaliman.
Di antara mereka juga ada yg memiliki doa dan permintaan pada-Mu, maka kabulkanlah.
Ini
doa tulus dari hati seorang hamba untuk hamba-hamba-Mu yang lain di
berbagai belahan bumi-Mu yang setiap harinya diberi Syafa'at oleh Mu.
ุงَُูููู
َّ ุจَِู ุงَุตْุจَุญَْูุง َูุจَِู ุงَู
ْุณََْููุง َูุจَِู َูุญَْูุง َูุจَِู َูู
ُْูุชُ َูุงََِْููู ุงُّููุดُْูุฑُ
ALLAHUMMA BIKA ASHBAHNAA WA BIKA AMSAINAA WA BIKA NAHYAA WA BIKA NAMUUTU WA ILAIKAN NUSYUURU
Artinya :
Ya
Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang dan
karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali."
Rabbana atina fidunya hasanah wafil aakhirati hasanah waqinna'adza bannar.
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.
Repost by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/BundaRusni