Sabtu, 19 Desember 2015
"MENGAPA KITA SERING "CAPEK" DI DUNIA INI...?"
TAUSIAH PAGI#
"MENGAPA KITA SERING "CAPEK" DI DUNIA INI...?"
Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya......
(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”
“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)
(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”
“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah : 148)
(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”
“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS. Ali Imron : 133)
(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”
“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)
(5). TAPI... URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”
“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)
Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.
Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN..
Wallaahu a'lam bish shawwab..
Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
------------------------------------
CINTAILAH DIA DENGAN ITTIBA'
Rasulullah..
Kelahirannya berarti kelahiran sunnah dan risalahnya.
Sehingga kapan saja engkau mengamalkan sunnahnya, saat itulah engkau merayakan kelahirannya.
Namun bila engkau meninggalkannya apalagi merendahkannya, maka cintamu takkan berarti, meski kau larut dalam bait pujian di malam kelahirannya.
Cintailah ia dengan ittiba...
Ingatlah dia bersama jenggot yang engkau biarkan tumbuh..
Bersama pakaian yang tak kau biarkan menjulur melewati mata kaki..
Dalam shalawat yang terucap setiap kali namanya disebut.
Dalam senyum tulus untuk saudaramu saat bertemu.
Bersama ayunan langkah menuju masjid untuk sholat berjamaah.
Disaat menaiki kenderaan dengan do'a yang pernah dia ajarkan dulu..
Cintailah ia seperti yang dia inginkan..
Dengan sunnah yang diajarkannya, bukan dengan bid'ah yang dicelanya.
Saya pernah mendengar sebuah ungkapan indah tentang konsekuensi cinta.
لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَـهُ إِنَّ المُحِبَّ لِمَنْ أَحَبَّ مُطِيْـعُ
Bila cintamu tulus murni (kepadanya), niscaya engkau akan mentaatinya.
Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya.
Sekali lagi...
Cintailah dia dengan ittiba'..
Sebagaimana firman Allah:
“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku (nabi muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-‘Imrân: 31)
Allahumma sholli ala Muhammad wa ala aali Muhammad.
__________
Madinah 08-03-1437 H
ACT El Gharantaly
Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
-------------------------------------------
Bismillah...
Renungan malam:
Makhluk yang Paling Membingungkan adalah "Manusia."
Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi uang", Lalu dia "Mengorbankan Uangnya" demi "Kesehatan".
Lalu dia Sangat Khawatir dengan Masa Depannya, Sampai dia Tidak Menikmati Masa Kini.
Akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini"; dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati", lalu dia "Mati" tanpa "Benar-benar Menikmati" apa itu "Hidup".
Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati.
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.
Ketika lahir dua tangan kita kosong.
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong.
Maka Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan.
Jangan minder karena miskin dan hina. Serta iri dgn Gelar dan jabatan.
Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman.
TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita.
TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita.
Karena kita hadir dan kembali juga tidak membawa apa-apa. Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.
Jadilah anak adam yg ktka Lahir ia Menangis dan orng di sekelilingnya Tersenyum bahagia, dan saat akan Pergi ia Tersenyum sedang orng lain menangisinya
Subhanallah...
Semoga ada hati yang tersadarkan, ada jiwa yg terbangunkan saat membaca ini, kelak wafatnya khusnul khatimah, bersih dari dosa, bisa mengucapkan kalimat dua syahadat, dan di akhirat masuk surga firdaus tanpa hisab bersama para Nabi dan Rasul.
Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin
DuniaHaromain
Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
--------------------------------
MENANGISLAH KARENA ALLAH
Pernahkah Anda seumur hidup menangis karena Allah? Menangisi dosa-dosa kita? Kita tidak bisa tiba-tiba menangis karena Allah begitu saja, kita tidak bisa merencanakan tangisan ini. Tapi tangisan ini timbul karena takut kepada Allah, bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat & dosa yang ia lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan & tangisan hanifnya jiwa.
Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2)
KEUTAMAAN MENANGIS KARENA ALLAH
Perhatikan ini:
“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi)
“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; …. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)
Bayangkan saat ayat Al-Quran dibacakan, saat membaca perjuangan Nabi & Sahabat saat membela Islam, kita sulit menangis dan tersentuh, tapi saat menonton film drama, membaca novel fiktif, kita bisa menangis tersedu-sedu? Maka di mana keimanan kita??
JIKA MASIH SAJA SULIT MENANGIS KARENA ALLAH?
Maka tangisilah diri kita, tangisilah hati kita yang mungkin sudah mati, yang tidak bisa menampung sedikit saja tetesan keimanan, tangisilah badan kita yang kita seret berjalan merajalela di muka bumi karena ia hakikatnya telah mati. Semoga dengan menangisi diri kita, Allah berkenan membuka sedikit hidayah, menancapkannya dan bertengger direlung hati hamba yg berjiwa hanif.
Dari @alhikmahjkt
TeladanRasulullah
Republished by 🌐 channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9