Hidup adalah Cermin
Cermin ini bukan cermin benda
Cermin ini adalah cermin hidup
Yaitu Qalbu..
Singkatnya, apapun yg kita perbuat, berkata, merasa, berniat, memikirkan, dsb.. Akan berefleksi kepada diri kita..
Kita berbuat baik, akan mendapatkan kebaikan
Kita berkata baik, akan mendapatkan ketentraman
Kita merasakan dan berfikir positif akan mendatangkan kelapangan..
Dan sebaliknya..
Ada sebagian orang dikaruniakan Allah harta berlimpah dan kemudian dia beramal dengan hartanya, maka takkan putus kelapangan harta dalam hidupnya..
Namun, jangan bet kecil hati duhai fakir.. Kita tetap bersyukur dan Allah senantiasa memberi kita jalan untuk beramal dengan cara yang berbeda..
Sesungguhnya Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui., Allah tidak memandang rupa dan kekayaan seseorang dan amal ibadah dengan kesombongan, namun Allah memandang qalbu dan kerendahan hati kita.,
Lakukanlah hal yg kecil karena Allah
Maka Insya Allaah tiada yang sia sia.,
Lakukanlah tanpa berharap kembali, namun lakukanlah karena Allah..
"Segala sesuatu datang dari-Nya maka kembalikan kepada-Nya"
Jangan merasa memiliki
Jangan merasa pintar
Jangan merasa shaleh
Kita tiada memiliki apapun karena semua kepunyaan-Nya..
Yaa Muqollibal quluub tsabbit qolbii 'alaa diinik
ISTIQOMAH adalah perjuangan terberat..
Allaahua'lam..
Semoga bermanfaat dan pengingat buat kita semua ....
TeladanRasulullah
Republished by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
--------------------------------
Sungguh diri ini kadang terkagum-kagum dengan dunia. Begitu terpesona sampai lupa daratan. Dunia pun dikejar-kejar tanpa pernah merasa puas. Sifat qona’ah, merasa cukup dengan setiap nikmat rizki pun jarang dimiliki. Demikianlah watak manusia. Inilah yang terjadi pada banyak orang, termasuk pula pada diri kami.
Ayat yang patut jadi renungan. Semoga bisa menyejukkan hati. Hati yang terkagum-kagum pada dunia, semoga bisa tersadarkan diri. Ayat tersebut adalah firman Allah Ta’ala,
ุงุนَْูู
ُูุง ุฃََّูู
َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง َูุนِุจٌ ٌََْูููู َูุฒَِููุฉٌ َูุชََูุงุฎُุฑٌ ุจََُْูููู
ْ َูุชََูุงุซُุฑٌ ِูู ุงْูุฃَู
َْูุงِู َูุงْูุฃََْููุงุฏِ َูู
َุซَِู ุบَْูุซٍ ุฃَุนْุฌَุจَ ุงَُّْูููุงุฑَ َูุจَุงุชُُู ุซُู
َّ َِูููุฌُ َูุชَุฑَุงُู ู
ُุตَْูุฑًّุง ุซُู
َّ َُُูููู ุญُุทَุงู
ًุง َِููู ุงْูุขَุฎِุฑَุฉِ ุนَุฐَุงุจٌ ุดَุฏِูุฏٌ َูู
َุบِْูุฑَุฉٌ ู
َِู ุงَِّููู َูุฑِุถَْูุงٌู َูู
َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ุฅَِّูุง ู
َุชَุงุนُ ุงْูุบُุฑُูุฑِ (20)
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20)
Beberapa faedah yang bisa kita gali dari ayat di atas:
Dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Karenanya Allah firmankan,
ุงุนَْูู
ُูุง ุฃََّูู
َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง َูุนِุจٌ ٌََْูููู
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan”
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam ayat lainnya,
ุฒَُِّูู َِّูููุงุณِ ุญُุจُّ ุงูุดَََّููุงุชِ ู
َِู ุงِّููุณَุงุกِ َูุงْูุจََِููู َูุงََْูููุงุทِูุฑِ ุงْูู
َُْููุทَุฑَุฉِ ู
َِู ุงูุฐََّูุจِ َูุงِْููุถَّุฉِ َูุงْูุฎَِْูู ุงْูู
ُุณََّูู
َุฉِ َูุงْูุฃَْูุนَุงู
ِ َูุงْูุญَุฑْุซِ ุฐََِูู ู
َุชَุงุนُ ุงْูุญََูุงุฉِ ุงูุฏَُّْููุง َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุญُุณُْู ุงْูู
َุขَุจِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imron: 14)
Demikianlah Allah menyebutnya dalam rangka menyatakan bahwa dunia itu rendah.
Yang dimaksudkan dunia itu “la’ib” (permainan), adalah sesuatu yang batil. Sedangkan yang dimaksud “lahwu” (melalaikan), adalah segala sesuatu yang melalaikan dan pasti akan lenyap.[Fathul Qodir, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir, 7/156.]
Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, ”Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menceritakan mengenai bagaimanakah hakikat dunia yang sebenarnya. Diterangkan pula bagaimanakah berbagai tujuan dunia serta semangat manusia untuk menggapainya. Sungguh dunia ini benar-benar hanyalah mainan dan melalaikan. Badan jadi dibuat kepayahan dan hati pun dibuat lalai. Inilah realitas yang ada pada pengagung dunia. Lihat saja bagaimana pengagum dunia menghabiskan waktu dan umur mereka dalam hati yang penuh kelalaian, lalai dari dzikir pada Allah, juga lalai dari berbagai ancaman dan peringatan Allah. Lantas lihatlah mereka ketika mereka menjadikan agama sebagai candaan dan kesia-siaan. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang sadar akan dunia akhirat (yang pasti ia jumpai). Hati mereka akan senantiasa rindu berdzikir pada Allah, mengenal dan mencintai-Nya. Orang yang memperhatikan akhirat benar-benar akan beramal untuk mendekatkan diri mereka pada Allah.”[Taisir Al Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1423 H, hal. 841.]
Tadabburdaily
Republished by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
------------------------------------------------
Mengetahui aib seseorang itu sangat berat, bagai memikul sebuah amanah. Berat untuk menahan lisan guna tidak menceritakan ke orang lain."
_____
Achmad Arofi Basayev
------------------------------------------------
Ustadz Khalid bin Samhudi :
(Penasehat & Muwajjih kajian online Hamba Allah)
Mengapa Ini Semua Terjadi?
Ada berita kasus sandal yg bertuliskan lafadh Allah, lalu kasus celana bertuliskn kaligrafi surat al Ikhlas, lalu disusul kasus terompet dari sampul al Quran. Ingat, insyaAllah akan disusul lagi dg kasus kasus lain yg tak kalah heboh.
Ini sebetulnya ada apa?
Saya menganalisa bahwa pihak musuh musuh Islam punya agenda besar di negeri ini. Yang intinya mereka ingin fokus dengan program program strategisnya dan tdk ada yang mengganggu.
Caranya? Mereka sibukkan umat Islam dengan isu isu yg tdk berdmpk apapun bagi kepentingan dan kemajuan umat Islam tapi sebaliknya mereka sibuk berwacana dan membahas hal hal yg tdk strategis.
Karena itu, alangkah baiknya jika ada kasus seperti kasus terompet, jangan terlalu diblow up. Cukup laporkn kpd pihak berwajib dan ditangani dngan serius scra hukum. Titik.
Setelah itu, share yg manfaat saja. Tentang ilmu agama, kesehatan, ekonomi dll. Dan bagi para pemuka agama dan para asatidz agar berpikir strategis dan fokus dg progrm2 keumatan. InsyaAllah kita menang.
Republished by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
---------------------------------------
Ketika pujian menjadi ujian
Ketika niat berubah haluan
Yang awalnya karena Allah
Namun kini karena manusia
Perhatian Allah tak lagi tujuan utama
Lirik pujian manusia terasa memesona
Maka pertanyakanlah
Ada apa dengan diri ini?
Apa yang bersarang di hati?
Bagaimana kabar iman saat ini?
Wahai diri,
Kemanah kau yang dulu?
Kau yang selalu semangat
Memberi daya terbaikmu
Meski dalam kesendirianmu
Wahai hati,
Tidakkah kau ingat gelora jiwamu dahulu
Ketika tersebut nama Allah tiap waktu
Tidakkah ada lagi getaran syahdu
Ketika lantunan ayat suci keluar dari lisanmu
Wahai iman,
Kemanakah perginya kau kini
Masihkah kau manis menyejukkan
Atau kau sedang kering kerontang
Hingga tak tersisa lagi kejernihan
Yaa Rabbi,
Sungguh aku ingin niat ini jernih
Meski diri letih, meski langkah tertatih
Biarkan hanya kepadaMu lisan ini merintih
Yaa Rabbi,
Engkau Maha Pembolak-balik Hati
Tetapkanlah hatiku agar selalu berada di jalanMu
Tautkan selalu hatiku pada taman-taman surgaMu
Walau terik mentari menghadang
Jadikan langkah ini gagah menerjang
Walau terjal berliku rintangan di hadapan
Jadikan hati ini tetap dalam jalan cahaya keimanan
Harapku, Engkau tetap mengiringi langkah
Menerangi kegelapan hati yang gundah
Harapku, semua niatan hanya mencari RidhoMu
Melakukan amal terbaik hanya karenaMu ...
Semoga ini bisa menjadi pengingat kita semua ...
Teladan Rasulullah
Republished by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9
----------------------------------------------
๐ SAFIR SALAF๐ซ
ุงุญุฐุฑูุง ู
ู ุงููุงุณ ุตูููู:
ุตุงุญุจ ููู ูุฏ ูุชูู ููุงู,
ูุตุงุญุจ ุฏููุง ุฃุนู
ุชู ุฏููุงู.
Hati-hati dengan dua golongan manusia:
- orang yang telah dipecundangi oleh hawa nafsunya.
- orang yang telah dibutakan oleh duniawinya.
(Ibnul Qayyim al-Jauziyyah).
::: ุทุงูุจ ุงูุนูู
ุงุฎูุงุช [ ๐ ]
Republished by ๐ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/1QmvcE9