Selasa, 12 Januari 2016

How Low Can You Go?

๐ŸŽ๐ŸŒ•✅ NASEHAT BUAT PARA AYAH

๐Ÿšข ๐Ÿ”† ๐Ÿšข ๐Ÿ”† ๐Ÿšข

๐Ÿ”…Pertanyaan :

Kami mengharapkan sebuah nashihat bagi orang tua yang menzhalimi anak-anaknya dan membedakan (perlakuan) antara anak-anaknya; membedakan diantara mereka dalam hal tempat tinggal dan makanan, semoga Allah memberikan taufiq kepada anda (dalam menjawab pertanyaan ini).

๐Ÿ”…Jawaban :


Wahai para ayah yang mulia, sesungguhnya berbaktinya anak-anak terhadap ayah-ayah mereka adalah sebuah kewajiban bagi setiap pribadi (wajib 'ain) berdasarkan ketentuan syari'at.

Akan tetapi, diantara sebab berbaktinya anak-anak kepada ayah-ayah mereka adalah baiknya akhlak sang ayah terhadap anak-anaknya. Yaitu dengan cara
๐Ÿ”นmemenuhi kewajibannya, baik yang berupa nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengajaran, bimbingan dan pendidikan, 
๐Ÿ”น serta menyamakan diantara mereka dalam hal pemberian, dan menyamakan diantara mereka dalam hal tutur kata saat berbicara, sehingga sebagian diantara mereka tidak merasa tersinggung, dan sebagian diantara mereka tidak merasa bahwasanya dia dekat, dan yang kedua tidak merasa bahwasanya dia lebih jauh, tapi semua merasa bahwa ayah mereka satu;
๐Ÿ”นhendaknya sang ayah memandang mereka dengan pandangan cinta, kelembutan dan kasih sayang.

Sehingga apabila para ayah melakukan hal tersebut, maka saya berharap dari anak-anak akan melaksanakan kewajiban mereka.

Adapun apabila sang ayah merasa sombong terhadap mereka, menghinakan sebagian dari mereka, melebihkan sebagian dari mereka, dan bermusyawarah dengan sebagian dari mereka dan...seterusnya, atau -wal'iyyadzu billah- membagikan harta diantara mereka, kemudian dia melebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain;
๐Ÿ”นini adalah sebab adanya pemutusan h
ubungan kekerabatan, dan
๐Ÿ”นmerupakan sebab durhakanya mereka terhadap ayah mereka.

Kita memohon keselamatan kepada Allah.

๐Ÿ“„๐Ÿ“จ Mufti Umum Asy Syaikh 'Abdul 'Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah wa ra'aahu

◈ ◈ ◈ ◈ ◈ ◈ ◈ ◈
๐Ÿ”…ุงู„ุณุคุงู„ :

ู†ุฑุฌูˆ ู†ุตูŠุญุฉ ู„ู„ูˆุงู„ุฏ ุงู„ุฐูŠ ูŠุธู„ู… ุฃุจู†ุงุกู‡ُ، ูˆูŠُูุฑِّู‚ ุจูŠู† ุฃุจู†ุงุฆู‡، ูˆูŠُู…ูŠِّุฒ ุจูŠู†ู‡ู… ููŠ ุงู„ู…ุณูƒู†، ูˆุงู„ู…ุฃูƒู„ ูˆูู‚ูƒู… ุงู„ู„ู‡.

๐Ÿ”…ุงู„ุฌูˆุงุจ :

 ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฃุจ ุงู„ูƒุฑูŠู…، ุฅู† ุจุฑَّ ุงู„ุฃุจู†ุงุก ุจุฃุจุงุฆู‡ู… ูˆุงุฌุจ، ูˆู…ُุชุนูŠِّู† ุดุฑุนًุง، ูˆู„ูƒู† ู…ู† ุฃุณุจุงุจ ุจุฑ ุงู„ุฃูˆู„ุงุฏ ุจุขุจุงุฆู‡ู… ุญُุณู† ุฎู„ู‚ ุงู„ุฃุจ ู…ุน ุฃุจู†ุงุฆู‡، ุจุฃู† ูŠุคุฏูŠ ุงู„ูˆุงุฌุจ ุงู„ุฐูŠ ุนู„ูŠู‡، ู…ู† ุงู„ู†ูู‚ุฉ ูˆุงู„ูƒِุณูˆุฉ، ูˆุงู„ุณّูƒู† ูˆุงู„ุชّุนู„ูŠู…، ูˆุงู„ุชَّูˆุฌูŠู‡ ูˆุงู„ุชَّุฑุจูŠุฉ، ูˆุฃู† ูŠُุณุงูˆูŠ ุจูŠู†ู‡ู… ููŠ ุงู„ุนุทุงุก، ูˆุฃู† ูŠُุณุงูˆูŠ ุจูŠู†ู‡ู… ููŠ ุงู„ุชَّูƒู„ُّู… ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ، ูู„ุง ูŠุดุนُุฑُ ุจุนุถู‡ู… ุจุงู„ุฅู‡ุงู†ุฉ، ูˆู„ุง ูŠُุดุนุฑ ุจุนุถู‡ُู… ุฃู†َّู‡ُ ู…ู‚ุฑَّุจ، ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ ุจุฃู†ู‡ ู…ُุจุนุฏ، ุจู„ ุงู„ุฌู…ูŠุน ูŠุดุนุฑُ ุจุฃู† ุฃุจูŠู‡ู… ูˆุงุญุฏ، ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ูŠู‡ู… ู†ุธุฑุฉ ู…ุญุจุฉٍ، ูˆุญู†ุงู†  ูˆุดูู‚ุฉ، ูุฅุฐุง ูุนู„ ุงู„ุขุจุงุก  ุฐู„ูƒ ูุฅู†ูŠ ุฃุฑุฌูˆ ู…ู† ุงู„ุฃุจู†ุงุก ุฃู† ูŠู‚ูˆู…ูˆุง ุจูˆุงุฌุจู‡ู…، ุฃู…ุง ุฅุฐุง ุงู„ุฃุจ ุชูƒุจَّุฑ ุนู„ูŠู‡ู…، ูˆุฃู‡ุงู† ุจุนุถู‡ู…، ูˆุฃู‚ุตู‰ ุจุนุถู‡ُู…، ูˆุงุณุชุดุงุฑ ุจุนุถู‡ู…، ูˆ...ุงู„ุขุฎุฑ، ุฃูˆ – ูˆุงู„ุนูŠุงุฐ ุจุงู„ู„ู‡- ู‚ุณู… ุงู„ู…ุงู„ ุจูŠู†ู‡ู…، ููุถَّู„ ุจุนุถู‡ู… ุนู„ู‰ ุจุนุถ، ู‡ุฐุง ุณุจุจٌ ู„ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ู‚ุทูŠุนุฉ ุจูŠู† ุงู„ุฑุญู…، ูˆุณุจุจٌ ู„ุนู‚ูˆู‚ู‡ู… ู„ุฃุจูŠู‡ู…، ู†ุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุงููŠุฉ.

๐Ÿ“„๐Ÿ“จ ุงู„ู…ูุชูŠ ุงู„ุนุงู… ุงู„ุดูŠุฎ ุนุจุฏุงู„ุนุฒูŠุฒ ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุนุงู‡

๐Ÿ“ฎhttp://mufti.af.org.sa/node/3817

๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป
๐Ÿ“ Syabab Ashhaabus Sunnah ~ Editor : Ibnu abi Humaidi hafizhahullah
๐Ÿ’กAshhaabus Sunnah
๐Ÿ”› JOIN http://bit.ly/ashhabussunnah
๐Ÿ’ป www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖

Repost by ๐ŸŒ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/BundaRusni 

---

Abdullah bin Ahmad bin hanbal berkata kepada ayahnya: Ayah beri aku nasehat ?
Beliau berkata: Hai anakku, selalu lah berniat kebaikan..
karena kamu selalu di atas kebaikan selama kamu selalu berniat kebaikan..
(Al adab asy syar’iyah ibnul muflih).

Agar niat kita selalu baik..
maka jagalah pikiran kita..
karena kata ibnu Qayyim..
pikiran adalah asal segala kebaikan..
dan asal segala keburukan..

orang yang pikirannya selalu dalam kebaikan..
akan melahirkan niat niat untuk berbuat baik..
dari niat itu akan menimbulkan amal..
demikian pula orang yang pikirannya selalu dalam keburukan..
akan menimbulkan niat yang buruk dan amal yang buruk..

yukk jaga pikiran..
agar terjaga niat dan amal..

Oleh Ust. Badrusalam,


๐ŸŒป berdakwah.net
----

Bunda Rusni Channel, [12.01.16 06:04]
How Low Can You Go?

Ust. Dian Alamanda


Beberapa diantara kita mungkin pernah merasa aneh, ketika bertemu dengan teman lama, dimana kawan lama kita itu, entah teman sekolah atau teman sepermainan, tidak seperti perkiraan kita ketika berjumpa setelah berpisah sekian tahun lamanya.

Kawan kita itu mungkin dulu adalah juara kelas. Anak yang selalu mendapatkan nilai tinggi dan selalu jadi pujian para guru dan orang tua. Kawan kita yang dulu sangat cerdas, antusias dan kharismatik. Ternyata ketika berpisah 15 atau 20 tahun lamanya, keadaan mereka jauh dari pikiran kita.
Kini mereka tampak biasa saja, bahkan cenderung terlihat seperti orang gagal. Tanpa prestasi. Tidak sesuai harapan. Mereka tampak menyedihkan, dibanding teman-teman yang lain yang dulu dianggap pecundang dan biasa-biasa saja.

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kenyataan seperti ini?

Umumnya, untuk menghindari kerja keras, orang-orang dengan kapasitas besar cenderung menurunkan standar mereka. Dalam budaya populer seperti sekarang ini, semua ingin dicapai secara instan. Lalu kita sering menunda setiap hal yang mestinya penting bagi kita, lalu membunuh passion yang kita miliki.

Sayangnya, sepertinya mereka yang memiliki potensi besar, juga ternyata paling rawan mengalami performa buruk dan di bawah standar, yang konsekuensinya bukan cuma menimpa mereka, tapi juga masyarakat yang sesungguhnya membutuhkan performa ciamik mereka bagi kemajuan peradaban.

Apakah hal seperti ini masih bisa diubah? Tentu saja, namun perubahan membutuhkan komitmen, karena keinginan saja tidak cukup. Banyak orang ingin berubah menjadi lebih baik, namun tidak sanggup berkomitmen untuk mencapai perubahan tersebut.
Salah dua kunci perubahan adalah:


1. Perencanaan yang baik dan komitmen untuk merealisasikannya.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat al-Hasy ayat 18-19:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. al-Hasyr: 18-19).

Lakukanlah evaluasi (muhasabah), kemudian buat rencana yang matang dan realistis, dan bangun komitmen untuk merealisasikannya, dan bertakwa serta memohon agar Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kita kekuatan untuk berkomitmen terhadap apa yang sudah kita rencanakan. Sebab rencana tanpa eksekusi adalah sebuah kegagalan sebagaimana eksekusi tanpa rencana juga adalah sebuah kesia-siaan.


2. Terus bergerak agar  tidak kehilangan momentum,

sebagaimana firmah Allah dalam surat al-Insyirah ayat 5-8:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Qs. al-Insyirah: 5-8)

Kita hendaknya tidak menyerah kepada kesulitan yang dihadapi, karena dibalik kesulitan selalu menyertai kemudahan. Tetaplah istiqomah dan berkomitmen kepada tujuan. Dan apabila kita telah menyelesaikan suatu pekerjaan, jangan berlama-lama bersantai, segeralah dengan sungguh-sungguh mengerjakan tugas-tugas lain berikutnya, agar kita tidak kehilangan momentum.

Sebagaimana kita ketahui, dalam hukum Newton, sebuah benda yang bergerak akan lebih mudah untuk tetap bergerak. Tapi manakala sebuah benda itu diam, berhenti, akan membutuhkan effort yang jauh lebih besar untuk membuat ia bergerak.

Dan sebagaimana seorang mukmin, kita diperintahkan untuk terus berharap dan berdoa kepada Allah azza wa jalla, karena tiada daya upaya melainkan dari-Nya.

Pada tulisan selanjutnya, kita akan membahas  tentang identifikasi penyebab buruknya kinerja, dan bagaimana strategi agar sebab-sebab ini bisa diatasi, dan perubahan dapat dicapai secara optimal.

Kita mesti merubah paradigma, dari how low can you go, men

Bunda Rusni Channel, [12.01.16 06:04]
jadi how high can you reach.


Repost by ๐ŸŒ channel telegram @BundaRusni
Http://bit.ly/BundaRusni