Rabu, 02 Desember 2015

Sebuah Nasehat

Renungan pagi...

SEBUAH NASEHAT

Ketika anda berjalan tanpa alas kaki di tempat yang penuh dengan duri dan kerikil tajam, apakah yang akan anda lakukan?

Tiada henti mata anda mengamati segala yang ada di sekitar anda. Hati anda senantiasa khawatir alias takut, bila kaki anda salah menginjak duri atau kerikil tajam.

Tidak ada alasan bagi anda untuk berkata,  mengapa saya perlu khawatir.
Dan pada saat semacam ini, orang yang memperingatkan anda tentang duri yang ada di sekitar anda adalah orang yang paling berjasa.

Namun, mengapa sikap anda berbeda ketika anda berjalan di jalan akhirat?

Orang yang rajin memperingatkan anda dari duri-duri akhirat sering anda anggap sebagai orang yang mengusik kedamaian dan kebebasan anda...

Orang itu anda anggap sebagai pengganggu dan andapun membencinya.

Dalam urusan jalan akhirat, apakah anda lebih senang dengan orang yang membiarkan anda melangkah ke mana saja anda suka?

Renungkanlah saudaraku, semoga anda selamat disepanjang jalan menuju akhirat, sehingga anda tiba di pintu surga. Aamiin Ya Rabbal A'lamiin...

~ Ustadz DR. Muhammad Arifin Baderi hafizhahullah ~

Republished by ๐ŸŒ channel telegram.me/BundaRusni

#BundaRusni

-----
[Ceritakan Pada Allah Meski Kau Tak Mampu Berkata-kata]

Jika kamu sedang sedih, apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri. Orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu. Kenapa? Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu.

Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu. Orang asing tak memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu?

Ternyata tidak selalu.

Begitulah manusia. Iya, begitulah manusia. Tidak semua hal terfahami oleh manusia. Kadang hal mudah sulit difahami. Kadang hal sulit mudah difahami.

Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana kamu pergi? Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali. Kembalikan pada-Nya. Ceritakan itu pada Allah. Jika itu karena salahmu, akuilah itu salahmu.

Jikapun kamu tak mau mengaku, kamu tahu Allah tahu segala detail salahmu. Tiada lagi celah menghindar. Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan pada Allah.

Bahkan, ceritakan pada Allah meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa...

Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan...
Mungkin karena memang kamu tak pandai merangkai kata...

Kekasihmu kadang kecewa kamu tak pandai merangkai kata, tetapi Allah Ta'ala senang dengan taubat hamba-Nya; padahal yang dilakukan hamba bukan cerita, bukan berkisah, bukan bertutur kata, melainkan menangis menangis menangis semata. Melainkan menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. Tumpah semua. Di depan Rabbnya bersimpuh. Mengakui itu semua.

Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata.

Kadang, tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata.

Allah Maha Tahu...jumlatan wa tafshila, global dan terperinci, segala proposalmu. Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu. Kamu ingin apa, Dia Tahu. Kamu benci apa, Dia Tahu. Kamu bersungguh atau berpura-pura, Dia Tahu. Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu.

Dia ingin kamu menulis proposal permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan. Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu.

Dia selalu memperhatikanmu. Dia menyembuhkanmu saat sakitmu. Dia memberikan pelangimu kembali setelah hujanmu.

Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu. Jikapun Allah al-Qahhar sudah memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat menghalangi.

Karena sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya. Maka katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong.

Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. Namun makhluk tak bisa membohongi Khaliqnya. Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya sendiri.

Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata...

Hasan Al Jaizy

Baca lagi yuk Ali Imran ayat 29

TafsirInspirasi



Republished by ๐ŸŒ channel telegram.me/BundaRusni

#BundaRusni