๐ฅ Manusia yang pertama kali diseret dengan wajahnya ke bumi dan dilemparkan ke dalam api neraka ๐ฅ
๐ท Dari Shahabat Abu Hurairah~Radhiyallahu 'anhu~, Bahwa Nabi~Shallallahu 'alaihi wasallam~ bersabda:
"ุฅَِّู ุฃَََّูู ุงَّููุงุณِ ُْููุถَู َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ ุนََِْููู ุฑَุฌٌُู ุงุณْุชُุดِْูุฏَ َูุฃُุชَِู ุจِِู َูุนَุฑََُّูู ِูุนَู
َُู َูุนَุฑَََููุง، َูุงَู َูู
َุง ุนَู
ِْูุชَ َِูููุง،
َูุงَู َูุงุชَْูุชُ َِููู ุญَุชَّู ุงุณْุชُุดِْูุฏْุช،ُ َูุงَู َูุฐَุจْุชَ ََََِّููููู َูุงุชَْูุชَ ِูุฃَْู َُููุงَู ุฌَุฑِูุกٌ ََููุฏْ َِููู ุซُู
َّ ุฃُู
ِุฑَ ุจِِู َูุณُุญِุจَ ุนََูู َูุฌِِْูู ุญَุชَّู ุฃَُِْููู ِูู ุงَّููุงุฑِ.
َูุฑَุฌٌُู ุชَุนََّูู
َ ุงْูุนِْูู
َ َูุนََّูู
َُู ََููุฑَุฃَ ุงُْููุฑْุขَู َูุฃُุชَِู ุจِِู َูุนَุฑََُّูู ِูุนَู
َُู َูุนَุฑَََููุง.
َูุงَู َูู
َุง ุนَู
ِْูุชَ َِูููุง َูุงَู ุชَุนََّูู
ْุชُ ุงْูุนِْูู
َ َูุนََّูู
ْุชُُู ََููุฑَุฃْุชُ َِููู ุงُْููุฑْุขَู.
َูุงَู َูุฐَุจْุชَ ََََِّููููู ุชَุนََّูู
ْุชَ ุงْูุนِْูู
َ َُِูููุงَู ุนَุงِูู
ٌ ََููุฑَุฃْุชَ ุงُْููุฑْุขَู َُِูููุงَู َُูู َูุงุฑِุฆٌ ََููุฏْ َِููู. ุซُู
َّ ุฃُู
ِุฑَ ุจِِู َูุณُุญِุจَ ุนََูู َูุฌِِْูู ุญَุชَّู ุฃَُِْููู ِูู ุงَّููุงุฑ.ِ
َูุฑَุฌٌُู َูุณَّุนَ ุงَُّููู ุนََِْููู َูุฃَุนْุทَุงُู ู
ِْู ุฃَุตَْูุงِู ุงْูู
َุงِู ُِِّููู َูุฃُุชَِู ุจِِู َูุนَุฑََُّูู ِูุนَู
َُู َูุนَุฑَََููุง.
َูุงَู َูู
َุง ุนَู
ِْูุชَ َِูููุง َูุงَู ู
َุง ุชَุฑَْูุชُ ู
ِْู ุณَุจٍِูู ุชُุญِุจُّ ุฃَْู ََُْูููู َِูููุง ุฅَِّูุง ุฃََْْูููุชُ َِูููุง ََูู.
َูุงَู َูุฐَุจْุชَ ََََِّููููู َูุนَْูุชَ َُِูููุงَู َُูู ุฌََูุงุฏٌ ََููุฏْ َِููู ุซُู
َّ ุฃُู
ِุฑَ ุจِِู َูุณُุญِุจَ ุนََูู َูุฌِِْูู ุซُู
َّ ุฃَُِْููู ِูู ุงَّููุงุฑِ"
Artinya:
"Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat ialah seseorang yang mati syahid, lalu di ingatkan seluruh nikmat Allah padanya.
Sehingga ia mengakuinya.
lantas Allah bertanya kepadanya: "Apa yang telah kamu lakukan pada nikmat-nikmat tersebut?!
Dia menjawab: aku telah berperang di jalan-Mu sehingga aku mati syahid.
Allah berfirman:
"Dusta kamu, sebenarnya kamu berperang bukan karena untuk-Ku, melainkan agar kamu disebut sebagai orang yang berani. Kini kamu telah menyandang gelar tersebut.
Kemudian Allah perintahkan agar wajahnya ditelungkupkan, maka diapun di seret dengan telengkupkan wajahnya, kemudian di campakkan ke api neraka.
Dan didatangkan pula seseorang yang belajar Al-Qur'an, mengajarkan dan membacanya, lalu diperkenalkan kepadanya akan nikmat-nikmat Allah yang pernah Ia anugrahkan kepadanya, maka iapun mengakuinya.
Kemudian Allah bertanya padanya: "Apa yang telah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat tersebut?
Dia menjawab: 'Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca Al Qur'an demi Engkau.'
Allah berfirman:
"Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur'an agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca ('alim).
Kini engkau telah dikatakan seperti itu.
Kemudian diperintahkan, maka kemudian ia di seret dengan di telengkupkan wajahnya, kemudian dilemparkan ke dalam api neraka.
Dan seorang laki-laki yang di beri keluasan rizki oleh Allah, kemudian dia menginfakkan limpahan hartanya.
Lalu Allah ingatkan dia akan kenikmatan yang Ia berikan kepadanya, sehingga ia mengakuinya.
Allah pun bertanya:
"Apa yang telah kamu perbuat dengannya?
Dia menjawab:
'Aku tidak meninggalkannya sedikit pun melainkan aku infakkan harta benda tersebut di jalan yang Engkau ridhai.
Maka Allah berfirman:
"Dusta kamu, akan tetapi kamu melakukan hal itu supaya kamu dikatakan seorang yang dermawan, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu.
Kemudian diperintahkan atasnya, maka iapun di seret dengan wajahnya ke bumi, kemudian dicampakkan ke dalam neraka."
๐ [H.R. Imam Muslim no: 3527, Imam Ahmad no: 7928]
๐ Faidah dari hadits tersebut:
1⃣. Pentingnya keikhlasan dalam beramal.
keiklasan karena Allah semata dalam beramal merupakan syarat di terimanya amalan seorang hamba, sebagiamana mencocoki sunnah nabi juga merupakan syarat berikutnya diterima amalan.
2⃣. Meruginya seorang hamba yang beribadah tanpa ikhlas karena Allah.
Bukan hanya ibadahnya tidak diterima Allah, bahkan dia menjadi manusia yang pertama kali diseret kemudian dilemparkan ke dalam api neraka.
3⃣. Peringatan kepada para penuntut ilmu dan para da'i agar senantiasa menjaga keiklasan dalam menuntut ilmu dan berdakwah.
๐Ustadz Farhan Bin Ramli Bin Ahmad hafizhah
Bunda Rusni, [29.10.15 17:39]
ullah ๐
________________________
๐ฑWA Untaian Hikmah
Repost by๐TG Channel : https://telegram.me/BundaRusni
Yg belum punya aplikasinya, coba download dulu aplikasi telegram di playstore
#BundaRusni